All about next, now, past time activitity
Buat:
- Bu Eppy
- Sdri. Handy
- Pak Fuad
- Mahasiswa
Soal Jurusan Teknik PWK Fakultas Teknik Unisula
Mata Kuliah : TPG 1210 - GEOGRAFI WILAYAH DAN KOTA
Semester : GENAP
Tahun Akademik : 2007/2008
Nama Dosen : M. Rosul, Ssi, Msi
Hari : Sesuai Jadwal Ujian + 7 hari
Waktu : Maks 1 minggu setelah ujian terjadwal
Kelas : Virtual
Ruang : Virtual
Sifat : Open book
Perintah:
1. Jawablah soal berikut dengan mengisi komentar di website yang telah disediakan di mrosul.edublogs.org
2. Cantumkan nama dan NIM saudara agar dapat dikenali
3. Setiap mahasiswa menjawab dua pertanyaan yang telah ditentukan
4. Lakukan pengecekan hasil jawaban saudara dengan membuka kembali website: mrosul.edublogs.org
Batas waktu:
Penilaian dilakukan setelah satu minggu dari tanggal ujian
Apabila dirasa perlu saudara dapat menambah jawaban asalkan waktu masih ada.
Pertanyaan:
Segala bentuk kesulitan silakan kirim ke alamat email: mrosul@yaho.com atau +60146373502
Nama Mahasiswa: Tedy, Candra Noviyanto, Fariz, Achmad Joko, Bram.
Soal:
1. Berikan penjelasan kaitan antara bentuk sungai terhadap peristiwa banjir di suatu kota.
2. Jelaskan upaya mengurangi peristiwa banjir.
Nama Mahasiswa:
Abied, Ahmad Amri Nur, Asep Yuyus, Deny, Dimas Aditya
Soal:
1. Berikan penjelasan kaitan antara musim dengan peristiwa banjir dan kekeringan suatu kota
2. Jelaskan upaya mengatasi kekeringan
Nama Mahasiswa:
Fatwa Amanu, Jafar Mukhlis, Reza listianto, Ulva Aulia, Yan Marina
Soal:
1. Berikan penjelasan kaitan antara pertumbuhan penduduk dengan perkembangan kota
2. Jelaskan upaya mengatasi perkembangan kota yang tidak terkendali.
Malaysia, 1 July 2008
Pengampu,
M. Rosul
ASS… pak kalo ujian IUT Gamna?
1. Berikan penjelasan kaitan antara bentuk sungai terhadap peristiwa banjir di suatu kota.
Jawaban:
Sungai yang berkelok - kelok (meandering), akan memiliki debit sungai yang berbeda dengan sungai yang memiliki bentuk lurus (jika diasumsikan luas penampang kedua sungai tersebut sama ). Luas penampang sungai dipengaruhi oleh lebar sungai dan kedalaman sungai itu sendiri. Jika salah satu atau keduanya dari dua variabel tersebut mengalami perubahan maka luas penampang sungai akan mengalami perubahan. Sungai yang berbentuk lurus akan memiliki debit sungai yang besar dari pada sungai dengan bentuk yang meandering.
Perbedaan ini terjadi karena kecepatan arus air sungai pada sungai bentuk lurus lebih cepat dari pada sungai bentuk meandering (kelerengan kedua sungai dianggap sama). Sedangkan untuk variabel yang mudah dan sering mengalami perubahan adalah kedalaman sungai. Kedalaman sungai sangat sensitif terhadap perubahan. Perubahan kedalaman ini dapat terjadi karena adanya penambahan sedimen dan atau terjadi penambahan massa air yang cukup banyak yang dapat mengubah kedalaman sungai. Faktor yang terakhir ini (penambahan massa air), sangat sering dan merupakan faktor yang paling mudah mengubah kedalaman sungai terutama pada musim penghujan. Bahkan, sampai bisa mengakibatkan meluapnya air sungai (daya tampung sungai dengan jumlah air yang masuk tidak seimbang, daya tampung sungai lebih kecil dari pada jumlah air yang harus ditampung. Selain itu debit sungai dapat bertambah karena adanya tambahan dan tekanan yang cukup besar dari suplai air hujan yang masuk kesungai. Sungai yang hanya memiliki lebar yang terbatas (tetap) harus menampung jumlah air yang lebih banyak dari biasanya terutama di musim penghujan, sehingga muka air sungai mengalami kenaikan dari biasanya. Kenaikan ini mengakibatkan bertambahnya luas penampang sungai, dengan bertambahnya luas penampang sungai maka debit sungai akan bertambah pula.
2. Jelaskan upaya mengurangi peristiwa banjir.
Jawaban:
a)Pengelak banjir adalah pembuatan suatu saluran yang berfungi untuk membelokkan sebagian atau keseluruhan aliran sungai (membagi debit) untuk dialirkan dalam suatu saluran yang menjauhi kota. Pengalihan aliran ini dapat dikembalikan lagi di sungai induk di hilir kota, dialirkan langsung ke laut atau dipindahkan kealiran sungai tetangganya yang masih ada dan ditempatkan sebagai berikut : Jika dasar sungai alam lebih rendah atau pada elevasi yang sama dengan dasar saluran pengelak, bangunan pengendali berpintu sering ditempatkan pada alur sungai alami dihilir pintu masuk saluran. Dengan demikian air bisa dibelokan ke alur alami sungai dan kebutuhan air dibagian hilir. Jika alur pengelak pada elevasi yang lebih rendah dari dasar sungai alami bangunan berpintu (misalnya bendung pelimpah) kadang-kadang ditempatkan pada pintu masuk saluran, dan direncanakan.
b)Memperbesar daya tampung (kapasitas) alur sungai.
Untuk daerah dataran seperti kota-kota besar yang terletak didaerah hilir/pantai, penyebab utama terjadinya banjir dan genangan ditimbulkan oleh banjir kiriman dari hulu dan banjir lokal akibat air hujan yang tidak dapat dipatus atau dibuang ke sungai.
c)Perbaikan saluran pada sungai
Waduk penampung di hulu atau kolam retensi untuk menurunkan puncak banjir dan sistem drainase pembuang untuk mengalirkan air banjir dari daerah yang rawan banjir. Sistem polder untuk menampung air dari saluran drainase yang tidak dapat mengalirkan airnya secara gravitasi ke sungai.
Tanggul Dan Dinding Penahan Banjir Tanggul dan tembok banjir adalah penghalang sepanjang alur sungai yang direncanakan untuk menahan air banjir dalam alur sungai yang ada dan menghindari tumpahan keatas tanah rendah yang berdekatan. Tanggul dan tembok banjir berfungsi untuk melindungi fasilitas-fasilitas pada dataran banjir termasuk pemukiman, pengembangan industri dan pertanian.
d) Perbaikan dan Pengaturan Alur Sungai
Pekerjaan perbaikan dan pengatuaran alur sungai dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas angkut dari alur alami, atau memungkinkan elevasi air banjir lebih rendah daripada yang terjadi alami. Pekerjaan perbaikan dan pengaturan alur sungai menyangkut hal berikut ini :
• Pendalaman dan atau pelebaran alur (termasuk pengerukan)
• Mengurangi kekasaran alur sungai
• Mengatur pola aliran sungai
• Pengendalian erosi
Nama : Asep Yuyus Jayusman
Nim : 122 070 284
Jawaban 1:
Kaitan antara musim dengan adanya banjir dan kekeringan di suatu kota secara alami banjir dan kekeringan terjadi karena adanya perubahan musim. Contoh: banjir terjadi pada musim hujan dan kekeringan terjadi pada musim kemarau.
Namun demikian banjir yang terjadi pada satu wilayah atau kawasan belum tentu pada saat itu terjadi hujan, bisa juga hal itu disebabkan di daerah hulu terjadi hujan deras dan berdampak pada daerah hilir atau yang sering kita sebut banjir kiriman. Permasalahan banjir di daerah perkotaan di sebabkan oleh banyak faktor diantaranya:
- Kurang atau tidak berfungsi nya saluran air disebabkan sedimentasi, tersumbatnya saluran air karena sampah, dan dimensi saluran yang kurang ideal (sempit);
- Kesadaran masyarakat akan kepedulian lingkungan masih kurang;
- Kurang tersedianya ruang terbuka sebagai daerah resapan air di kawasan perkotaan;
- Alih fungsi lahan yang tidak berwawasan lingkungan;
- Eksploitasi lahan yang berlebihan sehingga merusak tatanan struktur tanah dan fungsi produksi tanah menjadi berkurang;
- Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan (pengembangan) alam tidak seimbang;
Seperti kita ketahui kota merupakan pusat segala aktivitas sehingga tingkat pencemaran nya baik pencemaran udara, air, tanah secara fisik dan kimia cukuo tinggi bila dibandingkan dengan kawasan lain (perdesaan).
Dari beberapa faktor diatas peranan manusia dalam merubah tatanan ekologi lingkungan sangat besar. Perbuhan tatanan lingkungan tersebut baik tanah, air maupun udara akan sedikit banyak mempengaruhi terjadinya musim. Sebagai contoh seperti uraian berikut:
Apabila terjadi hujan, air yang turun kebumi seharusnya sebagian besar dapat diserap oleh tanah (tanah subur). Tanah yang subur akan dapat menghidupi tumbuhan dan sebaliknya tumbuhan yang baik akan dapat memeperkuat struktur tanah dalam menyimpan cadangan air. Apabila kawasan resapan air (ruang terbuka) ini sudah kurang berfungsi bahkan sudah beralih fungsi menjadi lahan permukiman atau bangunan lainnya maka air yang seharusnya dapat meresap kedalam tanah menjadi tergenang dan berada dipermukaan tanah (erosi dan banjir). Kandungan air dalam tanah berkurang dengan sendirinya struktur tanah akan berubah dan menjadi tidak subur, mengakibatkan supply air pada tumbuhan menjadi berkurang yang pada akhirnya tumbuhan akan mati karena kekurangan air. Air yang berada dalam tanah (air artesis) selain untuk supply kebutuhan tumbuhan juga sering digunakan sebagai sumber air bagi manusia sebagai air tawar atau air bersih.Kekurangan cadangan air tanah ini akan menyebabkan kekeringan di daerah permukaan bumi. Kekeringan yang terjadi akan mengakibatkan pula penguapan uap air menjadi awan dan hujan nantinya akan terganggu, sehingga musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan musim hujan. Semakin banyak daerah yang mengalami kekeringan maka akan semakin lama pula terjadi musim hujan.
Dari uraian tersebut dapat di simpulkan, pada dasarnya perubahan musim berkaitan erat dengan banjir dan kekeringan di suatu kota.
Jawaban 2:
Upaya-upaya yang dapat ditempuh dalam mengatasi kekeringan diantaranya :
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keseimbangan lingkungan;
- Reboisasi pada lahan-lahan kritis terutama lahan yang berada di daerah resapan air;
- Tidak mengekploitasi sumber daya air secara berlebihan (hemat);
- Mengoptimalkan sumber daya air permukaan (pengolahan air permukaan, seperti pengolahan air limbah dan air pam);
- Pembuatan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru secara berkesinambungan dan bersinergi antar kawasan di perkotaan;
- Pembuatan waduk untuk suatu kawasan atau bak-bak air (tendon) pada unit rumah tangga yang berfungsi menyimpan cadangan air pada saat musim kemarau;
- Pelestarian lingkungan hutan lindung, dan daerah konservasi lainnya yang berfungsi menjaga kestabilan lingkungan.